SMK Mutiara Tanjung Enim Kunjungi Sekolah Adiwiyata

SMK Mutiara Tanjung Enim Kunjungi Sekolah Adiwiyata

Program Adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. program ini bertujuan agar mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Salah satu sekolah yang memiliki predikat Sekolah Adiwiyata di Tanjung Enim adalah SD N 16 Tanjung Enim. Hal ini tentunya membuat SMK Mutiara Tanjung Enim tertarik dan terinspirasi untuk mengenal dan menggali lebih jauh tentang sekolah adiwiyata.

 

Tepatnya hari Rabu, 24 Februari, Kepala SMK Mutiara dan beberapa staff sekolah mengunjungi SD N 16 Tanjung Enim bertujuan untuk belajar dan memahami seperti apa sekolah adiwiyata.

SD N 16 Tanjung Enim sudah mendapat predikat sebagai sekolah adiwiyata sejak tahun 2019. Sekolah ini memiliki beberapa guru PNS dan Non-PNS. Sekolah ini merupakan binaan dari PT.Pama Persada dan juga bekerja sama dengan CSR PTBA. SD N 16 Tanjung Enim memiliki beberapa unit produksi salah satunya adalah memproduksi bandrek karena mereka memiliki kebun/apotik sehat yang ada di pekarangan sekolah. Apotik sehat tersebut ditanami beberapa tanaman herbal contohnya jahe dan kunyit.

Setelah berbincang-bincang di kantor, Kepala SMK Mutiara dan staff diajak berkeliling melihat kondisi area SD N 16 Tanjung Enim, mulai dari area taman, ruang kelas dan area lainnya. SD N 16 Tanjung Enim memiliki beberapa team adiwiyata, ada team biopori dan team kompos.

Lubang Biopori dari botol plastik bekas

Dengan memanfaatkan bekas botol plastik air mineral, team biopori membuat beberapa lubang biopori untuk penyerapan air hujan atau genangan air. Selain itu, pemanfaatan botol plastik dapat mengurangi limbah sampah organik.

Dilanjutkan mengelilingi area kelas, di dinding-dinding kelas terdapat beberapa hiasan menggunakan ban bekas sebagai pajangan mading maupun kata-kata yang mengingatkan akan kebersihan sekolah.

Pajangan dinding yang terbuat dari ban bekas

Di teras kelas pun disiapkan beberapa tempat sampah lengkap berwarna merah, kuning, hijau, biru dan abu. Dimana masing-masing warna sesuai jenis sampah tersebut. Warna hijau digunakan untuk membuang sampah organik (berupa daun-daunan, bekas sayuran, dan lain-lain. selain itu, tempat sampah ini juga mempercepat pembuatan kompos), warna kuning digunakan untuk membuang sampah non-organik (seperti plastik bekas, kemasan air mineral berbahan plastik dan lain-lain. dengan adanya tempat sampah ini dapat mempermudah pemanfaatannya sebagai kerajinan daur ulang), warna merah untuk membuang sampah non-organik berbahaya/B3 ((Bahan Berbahaya Beracun) yaitu sampah kaca, kemasan detergen atau pembersih lainnya serta pembasmi serangga dan sejenisnya, warna biru untuk membuang sampah non-organik berbahan kertas, sedangkan yang berwarna abu-abu  adalah tempat sampah residu (jenis ini diperuntukan bagi tempat sampah residu, artinya tempat sampah ini hanya boleh di isi sampah-sampah selain 4 jenis tersebut diatas)

Penyediaan 5 jenis tempat sampah di setiap area sekolah

Memasuki ruangan kelas, terdapat beberapa pojok baca yang dihiasi dengan pengolahan dari koran bekas dan tutup botol bekas, hal ini membuat ruangan menjadi menarik dan pastinya dapat mengurangi limbah sampah yang sulit terurai.

Hiasan pojok baca dengan menggunakan koran bekas

Selain membuat hiasan pojok baca menggunakan koran, mereka juga membuat hiasan pojok baca menggunakan tutup botol bekas.

Hiasan pojok baca dengan menggunakan tutup botol bekas

Sebelum mengakhiri acara kunjungan, SMK Mutiara Tanjung Enim memberikan cinderamata berupa beberapa hasil unit produksi sekolah kepada Kepala Sekolah SD N 16 Tanjung Enim.

Penyerahan cinderamata dari SMK Mutiara Tanjung Enim kepada SD N 1 Tanjung Enim