Pelatihan Kompetensi Guru Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) SMK Mutiara Tanjung Enim

 

Pelatihan Kompetensi Guru Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) SMK Mutiara Tanjung Enim Pada hari Kamis, 25 Februari 2021 sesuai dengan program kerja yang telah dijadwalkan oleh ibu Asika Putri,S.Kom selaku ketua program jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Mutiara Tanjung Enim untuk meningkatkan kompetensi guru produktif  yang mengajar di jurusan TKJ .Maka diadakan kegiatan “Pelatihan Kompetensi Guru Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) di Laboratorium Komputer SMK Mutiara Tanjung Enim “ dengan narasumber pak Anang Kurniawan Syaputra .

Kepala Sekolah SMK Mutiara Tanjung Enim Ibu Erika Trimayanti,S.Pd.Fis  dalam pembukaan acara ini menyampaikan bahwa program seperti ini sangat diperlukan karena untuk meninggkatkan Kompetensi Guru dalam penggunaan alat praktikum sehingga siswa pun mendapatkan pembelajaran yang maksimal.

Pelatihan ini di hadiri oleh  5  Orang yang terdiri dari 4 guru pengajar produktif TKJ yaitu Asika Putri,S.Kom, Putri Larasati,S.Kom, Yeni Herlina,A.Md, Maryati,S.Pd Dan 1 Kepala Lab.Komputer Devi Soraya. Peningkatan kompetensi terhadap guru produktif jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan keterampilan siswa/siswi SMK Mutiara Tanjung Enim sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi guru produktif  jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) diharapkan mutu dan kualitas pendidikan siswa/siswiakan sesuai dengan program pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti “ Pelatihan Kompetensi Guru Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) di Laboratorium Komputer SMK Mutiara Tanjung Enim”.

Peserta Guru Produktif TKJ SMK Mutiara Tanjung Enim sangat antusias dalam melakukan kegiatan pelatihan.

Adapun materi yang akan disampaikan dalam “ Pelatihan Kompetensi Guru Produktif Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) di Laboratorium SMK Mutiara Tanjung Enim” adalah sebagai berikut :

  1. Perakitan Komputer
  2. Dasar Komputer
  3. Arsitektur Komputer
  4. Prinsip dan cara kerja komputer
  5. Anatomi dan bagian-bagian perangkat keras
  6. Alat kerja perakitan komputer
  7. Cara melakukan perakitan komputer
  8. Prosedur pembuatan laporan perakitan komputer
  9. Pengujian perakitan Komputer
  10. Proses POST
  11. Langkah-langkah pengujian hasil perakitan
  12.  BIOS
  13. Komponen BIOS
  14. Konfigurasi BIOS
  15. Pengujian hasil konfigurasi BIOS
  16. Instalasi Jaringan Komputer
  17. Jenis -Jenis Jaringan Komputer
  18. Topologi Jaringan Komputer
  19. Media Dan Peralatan Jaringan
  20. Pengkabelan
  21. Prosedur Instalasi Jaringan
  22. Pengujian Jaringan
  23. Konfigurasi IP Address
  24. share folder
  25. share printer
  26. Instalasi koneksi internet
  27. Konsep internet
  28. Konfigurasi koneksi Internet
  29. Perancangan LAN
  30. Prinsip dasar LAN
  31. Desain LAN
  32. Instalasi LAN
  33. Speseifikasi lan
  34. Melakukan instalasi dan pengujian LAN
  35. Perawatan LAN
  36. Jenis-jenis perawatan lan
  37. Melakukan perawatan jaringan LAN
  38. Perbaikan LAN

Analisis Situasi Penguasaan bidang teknologi khususnya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu syarat bagi guru-guru SMK agar tetap dapat mengikuti perkembangan jaman yang begitu pesat. Apalagi dalam proses sertifikasi, guru seringkali dituntut untuk menyajikan media-media pembelajaran yang menarik, kreatif dan inovatif. Guru adalah orang yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak didiknya. Oleh karena itu guru diharuskan bisa mentransfer ilmunya secara baik dan berkualitas serta efisien.

Dalam proses pembelajarannya, Mata Diklat Jaringan Komputer selama ini selalu menggabungkan antara konsep/teori dengan perangkat keras. Artinya, apabila siswa telah menguasai teori, proses selanjutnya adalah mempraktikkan dengan perangkat jaringan komputer. Perangkat keras yang dipakai adalah berupa peralatan jaringan dan bahan-bahan yang harganya relatif mahal. Yang menjadi masalah, seringkali terjadi gap atau kesenjangan pemahaman antara teori dan praktik. Sebagai contoh, seringkali dalam proses praktik terjadi kegagalan karena gambaran dalam teori ternyata agak berbeda dengan praktik. Masih kurangnya penguasaan teori juga menyebabkan siswa menjadi gugup ketika melakukan praktik. Akibatnya akan ada alat dan bahan praktik yang gagal dirancang/dibuat, atau berhasil dibuat tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan terjadinya pemborosan alat dan bahan, sedangkan siswa sendiri akan gagal mencapai kompetensi yang diharapkan.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi persoalan di atas adalah perlu adanya jembatan antara teori dan praktik agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Jembatan dapat berupa program simulasi untuk merancang jaringan komputer. Apabila dalam simulasi hasil rancangan telah berjalan dengan baik, maka siswa dapat melanjutkannya ke proses praktik. Selain itu, beberapa topik konsep dan teori tertentu dalam jaringan komputer juga dapat disimulasikan sehingga siswa tidak perlu menggunakan alat sesungguhnya untuk memahami cara kerjanya. Keuntungannya adalah biaya dari proses pembelajaran dapat dihemat dan siswa dapat mencapai kompetensinya dengan lebih baik. Seperti kita ketahui, perkembangan teknologi informasi saat ini begitu pesat.