SOSIALISASI KURIKULUM PROTOTIPE DAN INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN

SOSIALISASI KURIKULUM PROTOTIPE DAN INSTRUMEN AKREDITASI SATUAN PENDIDIKAN

Dalam rangka mengatasi terjadinya kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran di masa pandemi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan Kurikulum Prototipe sebagai salah satu opsi yang bisa diterapkan sekolah dalam rangka pemulihan pembelajaran. Kurikulum Prototipe akan menjadi salah satu opsi atau pilihan untuk membantu pemulihan pembelajaran.

Menyambut baik kebijakan tersebut, SMK Mutiara Tanjung Enim melaksanakan kegiatan Sosisalisai Kurikulum Prototipe yang di narasumberi langsung oleh Pengawas Pembina SMK Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Dra Hj. Konatira, M.PD. (11/01/22)

Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan “Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran, antara lain pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid atau teach at the right level. Kurikulum Prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar, Kurikulum ini telah diimplementasikan di Sekolah Penggerak dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak tahun 2020. Kurikulum Prototipe juga disebut sebagai Kurikulum dengan Paradigma Baru” imbuh Dra. Hj. Konatira, M.Pd

 

Sosialisasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) dan Kurikulum Prototipe (11/01/22)

Pada kesempatan yang sama, SMK Mutiara juga melaksanakan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) yang dinarasumberi langsung oleh Ibu Dra. Hj. Elis Sulastri, M.Pd selaku Pengawas Sekolah Madya. Beliau menjelaskan mengenai reformasi sistem akreditasi sekolah, instrumen akreditasi berbasis kerja, seleksi asesor berkualitas dan dashboard monitoring sistem. “Bahwa saat ini, menurut Permendikbud No. 13 tahun 2018 pasal 18 ayat 1, status akreditasi satuan pendidikan terdiri atas terakreditasi dan tidak terakreditasi. Pada ayat 2 disebutkan peringkat terakreditasi satuan pendidikan terdiri atas terakreditasi A (unggul) dengan range 91-100, terakreditasi B (baik) dengan range 81-90 dan terakreditasi C (cukup) dengan range 71-80. Adapun pada ayat 6 dinyatakan bahwa satuan pendidikan yang dinyatakan tidak terakreditasi diberikan rekomendasi dalam bentuk pembinaan, penggabungan, dan/atau penutupan satuan pendidikan”.

Untuk meunju akreditasi di tahun 2023 mendatang, SMK Mutiara Tanjung Enim telah mulai mempersiapkan dokumen guna memenuhi komponen atau syarat dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).